Hingga akhir tahun 2016, kecepatan internet rata-rata cuma 4,5 Mbps, masih tetap di bawah kecepatan internet global yakni 5,9 Mbps. Sedih memang!!. Sesaat Korea Selatan telah gunakan 5G,
"Mengapa mengapa internet Indonesia itu relatif lambat serta mahal ??"
1. Koneksi internet memerlukan infrastruktur yang mahal.
Untuk sediakan jaringan internet, pasti butuh infrastruktur yang ideal. Mulai kabel sampai tower. untuk membuat infrastruktur yang bagus ini pasti biayanya juga tidak sedikit. Karenanya juga, minimnya infrastruktur buat internet kita lamban. Karna jumlah masyarakat Indonesia masuk masuk lima besar paling banyak didunia, pemakai internetnya juga tinggi. Tanpa ada disertai infrastruktur yang ideal.
2. Mahalnya biaya infrastruktur yang di pengaruhi keadaan geografis
Salahnya ialah aspek geografis Indonesia serta infrastruktur. Satu perusahaan provider internet ingin membangun tower baru, pastinya butuh akses kesana. Sayangnya, banyak tempat di Indonesia yang memanglah masih tetap minim infrastruktur. Hingga untuk membuat sarana internet perlu biaya yang lebih tinggi. Ini yang buat tarif internet perdaerah atau provider dapat berlainan. Karna biaya pembangunan serta pemeliharaan infrastrukturnya.
3. Terhubung website luar negeri juga perlu biaya lebih.
Buka Google, Youtube, serta beragam website sosial media internasional telah jadi sehari-harinya. Website tersebut servernya ada diluar negeri. untuk terhubung kesana, kita perlu biaya untuk berlangganan koneksi internasional ini biayanya sangat mahal, 1 Mpbs saja dapat 100USD, harga server lokal juga nyatanya relatif lebih mahal. Oleh karena itu, banyak dari pengusaha digital, website lokal yang pilih untuk gunakan server luar negeri.
4. Biaya Hak Pemakaian Frekwensi yang lumayan tinggi.
Biaya Hak Pemakaian Frekwensi (BHPF) yaitu Biaya yang perlu disetor pada pemerintah untuk tiap-tiap pemakaian frekwensi, baik itu internet, radio, maupun tv. Sekarang ini, BHPF termasuk juga sumber pendapatan negara yang begitu mungkin. Nilainya juga tidak kecil. Mirip contoh Smartfren yang perlu membayar Rp242 M untuk 3 th.. Sesaat PT Telkom mesti membayar trilyunan untuk th. 2010. Besarnya BHP ini ditetapkan juga oleh kemampuan bandwidht masing-masing provider..
Menurut Pradnya Wardhani yang di lansir dari laman hipwee.com (30/04/2017) Walau masih tetap termasuk lambat serta mahal, tapi perubahan percepatan internet Indonesia lumayan tinggi. Yang pasti tambah lebih mending di banding warga Korea Utara yang hanya dapat buka 28 website.

Tidak ada komentar:
Write komentar